
Ngantar Kembang adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat Desa Mudung Darat untuk sebuah acara Ziarah Kubur, kata ziarah kubur terdiri dari dua kata yang masing-masing mempunyai arti tersendiri. Kata ziarah diartikan menengok, melihat, mengunjungi, atau mendatangi. Sedangkan kata kubur artinya adalah makam atau tempat orang yang telah meninggal yang dimakamkan ditempat tersebut. Kata ziarah diserap dari bahasa Arab ziyarah.
Secara harfiah, kata ini berarti kunjungan, baik kepada orang yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Sedangkan secara teknis, kata ini menunjuk pada serangkaian aktivitas mengunjungi makam tertentu, seperti makam nabi, sahabat, wali, pahlawan, orang tua, kerabat, dan lain-lain. Dalam Islam Awalnya, ziarah kubur sempat dilarang oleh Nabi Muhammad karena keimanan umat Islam masih lemah, namun kemudian dianjurkan karena dapat mengingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat. maka ziarah kubur memiliki hukum mubah atau diperbolehkan.

Tujuan dari Tradisi Ngantar Kembang di desa mudung darat ini sebenarnya untuk mengingat akan kematian dan mempersatukan sanak saudara yang sudah berdomisili diKabupaten lain, acara ini sama seperti hari raya idul fitri, kenapa di bilang seperti itu karena pada acara ini semua keluarga berkumpul. Ngantar Kembang ini merupakan tradisi turun menurun yang sudah berlangsung lama yang dilakukan secara turun-temurun yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali di mudung darat ini.

Muhammad Ali, SH selaku kepala Desa di desa mudung darat mengatakan Tradisi Ngantar Kembang ini dilakukan ketika menjelang bulan ramadhan yang bertepatan dengan masa memulainya turun bersawah, dengan di adakannya tradisi ini dapat mengingatkan kepada keluarga untuk selalu mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia, dan mengingatkan bahwa manusia akan mengalami kematian, agar senantiasa mengingat kepada Allah Swt.


Menurut Pemangku adat Desa mudung Darat, datuk Muchtar S mengatakan Awalnya tradisi ini dilakukan di masjid, tetapi waktu itu karna kondisi masjid yang kecil dan tidak dapat menampung banyaknya masyarakat maka acara ini di buatlah di area pemakaman tersebut, dahulunya pada saat mengadakan acara ini ada padi yang dibawa beberapa rumpun dan habis acara itu di bawa pulang dan di tanam di sawah, habis acara ini masyarakat pulang.

Adapun kegiatan dari ziarah ini yaitu membacakan doa-doa seperti tahlil, selawat, atau surah-surah Al-Qur'an untuk mendoakan almarhum serta almarhumah yang ada di pemakaman umum di desa mudung darat baik di pemakaman buyut swalan, pemakaman cangkulan, pemakaman simpang tiga padang dan pemakaman simpang tiga pematang pa'ali.
